Langsung ke konten utama

Tak Bisa Melupakanmu Sepenuhnya itu diluar Kendaliku

 


Ini bukan perihal perasaannya yang masih ada atau tidak, ini masalah waktu. Waktu yang diperlukan untuk sadar diri bahwa melupakanmu itu harus benar-benar ada kesiapan.

 

Dulu kau satu-satunya, perasaan yang dijaga dengan baik, bertahun-tahun, namun waktu mengunggkap semuanya. kata waktu sudah cukup bermain dengan perasaan yang tak jelas arahnya. Hubungan itu dijalin untuk menuju yang jelas bukan main-main.

 

Ini adalah perelaan terbesar perihal melupakanmu, bagaimana tidak,  diri ini yang tidak punya apa-apa harus meminta kau untuk bertahan dalam jangka waktu yang tak pasti. Tentu semuanya butuh kepastian dan memberikan kepastian itu saat itu adalah kelemahanku karena keadaan yang tak memungkinkan untuk berperang.

 

Kau harus tau melupakanmu sepenuhnya itu di luar kendaliku. Aku tak meminta perasaan ini ada dan tak juga permintaan ini tumbuh seadanya, dia tumbuh dengan sendirinya.

Ketika kau bersikeras untuk mintaku melupakanmu yang ada dipikiranku saat ini adalah kau pergi bersamanya, pelan-pelan aku akan ditampar oleh keadaan bahwa kau bukan untuk ku miliki dan aku bisa perlahan menyadari untuk pergi sediri.


 

"Ini adalah perelaan terbesar perihal melupakanmu, bagaimana tidak,  diri ini yang tidak punya apa-apa harus meminta kau untuk bertahan dalam jangka waktu yang tak pasti."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk 2021

Dari 2020 Hai 2021 Besok sudah ketemu ya. 2020 bingung mau nulis apa, tahun ini banyak yang terjadi di 2020 dan orang-orang banyak yang membenci, menyesali dan berharap 2020 berakhir. Banyak sekali, padahal 2020 tidak selalu berisi hal-hal buruk yang terjadi, 2020 banyak juga memberikan dan menuai kebahagiaan. Ada yang menikah meski ditengah pandemi, yang bahagia karena baru mempunyai anak dan melahirkan, ada yang mendapat pekerjaan meski sebentar, ada yang mendapatkan gelar sarjana, magister dan ahli madya, ada yang baru lulus dan kuliah ditempat impian, tempat terbaik maupun swasta ataupun negri. Ada banyak hal yang harus manusia syukuri di 2020 ini.  Aku menulis ini untuk mewakili 2020 meminta maaf jika ada banyak hal yang terjadi, karena yang mengendalikan hidup bukan kita, tapi Tuhan. Kita hanya menjalani hal yang menjadi takdir dari masing-masing dunia.  Maaf ya, meski ada banyak kecewa 2020 tidak selalu membuat kita sedih ada juga yang bahagia. Untuk 2021, 2...

Sandarkanlah

  Foto Giorgio Grani/Unsplash.com jangan sandarkan egomu di kursi lapuk yang di makan rayap jangan sandarkan harapmu pada pundak yang tak kuat; bila beranjak kau terjatuh. jangan sandarkan tubuhmu di bahu sungai,bila air datang dengan deras kau akan hanyut dan terhempas. jangan sandarkan hatimu pada jiwa yang rapuh siapa yang menetap siapa yang tak siap siapa yang tak kembali siapa yang menghapus air matamu nanti di malam-malam tangis yang membuncah mana yang penyesalan bila keningmu sudah menyentuh sajadah rebahkan jiwamu; sandarkanlah tangan-tangan-Nya akan  mengusap lembut kepalamu dan melelapkanmu dalam dekapan.

Hari Kedua Perkenalan

  Setelah hari pertama perkenalan saat MOS berlangsung kita diajarkan untuk bisa menyesuaikan diri kepada lingkungan diamana kita berada. Pada hari kedua MOS ini dilalui banyak agenda kegiatan disekolah yang telah disusun oleh panitia pelaksana MOS itu sendiri. Di tempat duduk itu aku asik sendiri bermenung, ada hal yang mengganjal dipikiranku dan aku hanyut dalam mengamati keadaan sekitar. Pada jam istirahat aku merasa sendiri, teman-teman waktu sekolah menengah pertama serasa lenyap seketika. Karna mereka telah memilih kemana mereka akan melanjutkan sekolahnya. Ada 3 orang siswa yang lulus di SMA favorit itu, aku dan 2 teman baikku. Yang level kemampuan dan pengetahuannya lebih dari yang ku punya dan juga dia dibantu oom nya, setiap buku mereka berdua selalu lengkap sedangkan aku hanya mengandalkan buku yang di pinjam di perpustakaan untuk belajar. Sebelum kami mendaftar ke SMA itu kami bertiga pernah berbincang-bincang disuatu tempat perihal kemana kita akan me...