Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiksi

Puisi: Aku selalu kalah perihal mengambil hatimu

  Pada usaha-usaha yang telah ku lakukan untuk merebut Kembali hatimu dari kesibukanmu menunggu dia datang menghampirimu. Aku selalu kalah perihal mengambil perhatianmu dari pandanganmu padanya.   Mungkin usahaku tak cukup meyakinkanmu bahawa waktu yang selalu kuberikan hanya untukmu. Mungkin aku tidak cukup membuatmu yakin bahwa kau memang satu-satunya bukan bagian dari salah-satunya. Mungkin dari caraku tak cukup membuatmu merasa berharga dari apa yang telah ku berikan padamu, waktuku, perhatianku, kasih sayangku, hal-hal kecil yang kau inginkan tak cukup membuatmu yakin kau berharga bagiku.   Aku selalu kalah perihal mengambil hatimu, ya selalu kalah dari dia yang mampu memberikan semua waktunya untukmu. Sedangkan aku hanya Sebagian waktuku untukmu selebihnya untuk diriku sendiri. Kau memang tak pernah merasa cukup dari apa yang telah ku berikan, padahal kau tahu persis waktu bagiku lebih berharga dari apapun. Kau menjadi satu-satunya dan kau tak pernah ingin...

Sebuah cerita bagaimana orang bisa sukses di dunia fiksi.

Saya tidak tahu kenapa judulnya seperti itu, tapi dari berbagai cerita yang saya dengar dan amati banyak orang punya ceritanya masing-masing. Ada mereka yang sehabis lulus sekolah langsung bekerja mendapatkan gaji yang besar, ada yang lulus kuliah, ikut tes pegawai tetap langsung lolos dengan percobaan pertama, ada juga yang berkali-kali ikut, mencicipi coba lagi akhirnya lulus juga di akhir cerita. Ada yang mencari pekerjaan, sudah melewati tahap demi tahap namun tetap coba lagi yang pasti tidak ada akhirnya kalau sudah di tahap coba lagi, kata terus akan selalu terucap. Berbeda yang kata sudah lulus, sudah bekerja mereka hanya akan fokus kepada apa yang sudah dipilih, pergi pagi pulang sore, malamnya istirahat, melanjutkan pekerjaan yang belum selesai, laporan yang harus dibuat dan sebagainya.   Hidupnya terjamin, memang benar, itu benar, karena di dalam pikiran seseorang itu kalau sudah bekerja dan mendapatkan gaji untuk makan sudah ada jaminannya, tidak perlu repot ke sana ...