Langsung ke konten utama

Memulai lagi, bersama Juni

tidak tahu harus menulis dari mana, dengan kata apa, semua yang terjadi membuatku tak bisa merangkai kata. Bingung harus baagaimana, dan memulai  dengan kata apa. 

memang benar kita tidak bisa  menebak apa yang akan terjadi dan tidak bisa merevisi apa yang sudah terjadi. 

Lalu apa lagi? 

Gimana  lagi?

Bukankah selama ini sudah terlihat bagaimana usahanya dengan hati?


meski lelah dan sangat  melelahkan, tidak pernah sedikitpun keluar kata keluh kesah  itu.

Apa ini sebuah jawaban? kalah bersaing? bukankah hidup bukanlah sebuahperlombaan?

mereka hanya lebih unggul dan beruntung,  

Tidak ada yang bisa disesali,  karena selama  ini meski tidak sesuai dengan hati aku tetap  menjalaninya dengan senang hati. 

Jika harus memulai lagi bersama juni yang telah berakhir di bulan mei, ya mau gimana lagi. Tidakkah hatus  dipahami bagaimana yang sudah terjadi. 

Sudah sampai di titik ini rasanya sudah melelahkan, namun tidak ada kata keluh dan kesah maupun kata menyerah yang di ucapkan. 

Tidak perlu di analisis siapa yang kalah dan siapa yang menang, atau siapa yang paling pintar dan yang paling bodoh, beberapa kali kalah. 

Aku memulai lagi bersama Juni, tepat sebentar lagi setahun perjalanan disini. beberapa hal penting dan di  jadikan pelajaran berharga agar lebih berhati-hati menentukan tempat berpijak, ya supaya tidak jatuh untuk kedua kalinya di tempat yang sama. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Ber-dasi(rompi)

Yang berdasi selalu menarik perhatian semua orang, apa lagi uangnya banyak dompet tebal dan wajah yang gagah. Berpakaian rapi, pendidikan dan jabatan tinggi.  Siapa saja tergiur melihatnya, jika bisa ingin menjadi yang kedua(?) Jangan sampai. Itu hanya sementara. Jika masih single pastilah semua orang ingin memilikinya, setidaknya ingin dimiliki seseorang seperti itu. Sayangnya sudah tak bisa lagi, pasangannya sudah ada, bahkan ada yang nekad menjadi yang kedua.  Kedudukannya tinggi. Jika ada apa-apa bisa bebas dari apapun kan. Uang meloncat menutup mulut semua orang.  Karena duduknya tinggi hanya orang-orang yang berkepentingan yang bisa membuat janji pribadi,  tertutup tidak semua orang tau. Hanya dia dan Dia yang tau apa yang berdasi inginkan.  Ternyata dibalik itu ada sebongkah karung dibalik bagasi. Semua orang tau ketika yang berdasi sudah berganti baju dengan rompi.  Oh ternyata itu.  *tidak semua orang berdasi seperti itu, sebagian ...

Anak Sulungnya Ayah

Ini aku anak sulungnya ayah yang sudah berkali-kali dibantai semesta namun masih bisa tegap berdiri. aku butuh bahumu yang tegap setiap kali terjatuh, namun yang kulihat hanya bahu ibu; di matamu. dari setiap kegagalanku aku butuh pahlawan untuk sekadar menepuk pundakku, namun aku hanya bisa merasakan pelukan hangat dari tubuh ibu. aku selalu bertanya, ayah kenapa? ayah jalanmu sudah terlalu jauh dari ibu, pundaknya butuh diringankan bebannya agar tak ketinggalan. tubuhmu selalu ada disampingnya, namun jiwamu entah kenamana. ayah anak sulungmu butuh sosok yang menjadi penguatnya dikala badai menghadang. namun ia hanya dapat berteduh di bawah payung ibu. anak sulungmu butuh sosok yang paling kuat selain kuatnya hati ibu. Ayah, ketika aku dihantam badai, aku hanya melihat pundak ibu; aku juga ingin melihat pundakmu. Ayah, kakiku memang masih kuat berjalan sendirian, namun aku bohong jika hatiku kuat menahan rindu. hatiku rapuh bila melihat ibu di depan pintu dengan tangan kanan ibu yang ...

tidak mudah memang, tapi harus diperjuangkan

Terima kasih 2021. Hello 2022 di awali dengan berbagai pertimbangan, dari keterbatasan seperti finansial hingga memilih merantau jauh dari kampung halaman. bertemu dengan orang-orang baru yang kultur yang berbeda, memahaminya memang mudah, namun untuk terbiasa dan menyesyaukan diri itu sulit tapi harus disesuaikan.  itulah mengapa saya tertarik mengamati perilaku manusia dengan keberagamannya. memahaminya sangat menyenangkan, namun saya bukan dari latar belakang pendidikan psikologi. walaupun begitu saya dapat belajar darimana saja.  awal waktu itu saya sedang galau-galaunya memilih untuk melanjutkan pendidikan kemana, ke universitas mana. saya pilih universitas bangka belitung dan universitas negri padang. jurusan ekonomi dan psikologi, padahal saya tidak tahu dimana universitas bangka belitung, yang saya tahu terletak di kepulauan bangka belitung. orang-orang tidak perlu tahu kesulitan yang kamu alami, cukup nanti saja ketika kamu sudah berhasil baru akan menjadi inspirasi b...