Pada usaha-usaha yang telah ku lakukan untuk merebut Kembali hatimu dari kesibukanmu menunggu dia datang menghampirimu. Aku selalu kalah perihal mengambil perhatianmu dari pandanganmu padanya. Mungkin usahaku tak cukup meyakinkanmu bahawa waktu yang selalu kuberikan hanya untukmu. Mungkin aku tidak cukup membuatmu yakin bahwa kau memang satu-satunya bukan bagian dari salah-satunya. Mungkin dari caraku tak cukup membuatmu merasa berharga dari apa yang telah ku berikan padamu, waktuku, perhatianku, kasih sayangku, hal-hal kecil yang kau inginkan tak cukup membuatmu yakin kau berharga bagiku. Aku selalu kalah perihal mengambil hatimu, ya selalu kalah dari dia yang mampu memberikan semua waktunya untukmu. Sedangkan aku hanya Sebagian waktuku untukmu selebihnya untuk diriku sendiri. Kau memang tak pernah merasa cukup dari apa yang telah ku berikan, padahal kau tahu persis waktu bagiku lebih berharga dari apapun. Kau menjadi satu-satunya dan kau tak pernah ingin...
Cerita, puisi, sajak, surat, sastra entah apapun itu dalam bentuk tulisan