Langsung ke konten utama

Puisi: Aku selalu kalah perihal mengambil hatimu

 


Pada usaha-usaha yang telah ku lakukan untuk merebut Kembali hatimu dari kesibukanmu menunggu dia datang menghampirimu. Aku selalu kalah perihal mengambil perhatianmu dari pandanganmu padanya.

 

Mungkin usahaku tak cukup meyakinkanmu bahawa waktu yang selalu kuberikan hanya untukmu. Mungkin aku tidak cukup membuatmu yakin bahwa kau memang satu-satunya bukan bagian dari salah-satunya.

Mungkin dari caraku tak cukup membuatmu merasa berharga dari apa yang telah ku berikan padamu, waktuku, perhatianku, kasih sayangku, hal-hal kecil yang kau inginkan tak cukup membuatmu yakin kau berharga bagiku.

 

Aku selalu kalah perihal mengambil hatimu, ya selalu kalah dari dia yang mampu memberikan semua waktunya untukmu. Sedangkan aku hanya Sebagian waktuku untukmu selebihnya untuk diriku sendiri. Kau memang tak pernah merasa cukup dari apa yang telah ku berikan, padahal kau tahu persis waktu bagiku lebih berharga dari apapun. Kau menjadi satu-satunya dan kau tak pernah ingin meyakinkan hatimu. Kau lebih yakin kepada yang lain.

Aku memang selalu kalah perihal mengambil hatimu, namun aku akan pastikan satu hal kepadamu bahwa kau akan menyadarinya setelah apa yang kau inginkan darinya tak pernah dia berikan kepadamu, karena aku memberimu waktu yang tak semua orang mampu memberikannya padamu.


By wn

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandarkanlah

  Foto Giorgio Grani/Unsplash.com jangan sandarkan egomu di kursi lapuk yang di makan rayap jangan sandarkan harapmu pada pundak yang tak kuat; bila beranjak kau terjatuh. jangan sandarkan tubuhmu di bahu sungai,bila air datang dengan deras kau akan hanyut dan terhempas. jangan sandarkan hatimu pada jiwa yang rapuh siapa yang menetap siapa yang tak siap siapa yang tak kembali siapa yang menghapus air matamu nanti di malam-malam tangis yang membuncah mana yang penyesalan bila keningmu sudah menyentuh sajadah rebahkan jiwamu; sandarkanlah tangan-tangan-Nya akan  mengusap lembut kepalamu dan melelapkanmu dalam dekapan.

Surat untuk 2021

Dari 2020 Hai 2021 Besok sudah ketemu ya. 2020 bingung mau nulis apa, tahun ini banyak yang terjadi di 2020 dan orang-orang banyak yang membenci, menyesali dan berharap 2020 berakhir. Banyak sekali, padahal 2020 tidak selalu berisi hal-hal buruk yang terjadi, 2020 banyak juga memberikan dan menuai kebahagiaan. Ada yang menikah meski ditengah pandemi, yang bahagia karena baru mempunyai anak dan melahirkan, ada yang mendapat pekerjaan meski sebentar, ada yang mendapatkan gelar sarjana, magister dan ahli madya, ada yang baru lulus dan kuliah ditempat impian, tempat terbaik maupun swasta ataupun negri. Ada banyak hal yang harus manusia syukuri di 2020 ini.  Aku menulis ini untuk mewakili 2020 meminta maaf jika ada banyak hal yang terjadi, karena yang mengendalikan hidup bukan kita, tapi Tuhan. Kita hanya menjalani hal yang menjadi takdir dari masing-masing dunia.  Maaf ya, meski ada banyak kecewa 2020 tidak selalu membuat kita sedih ada juga yang bahagia. Untuk 2021, 2...

Hari Kedua Perkenalan

  Setelah hari pertama perkenalan saat MOS berlangsung kita diajarkan untuk bisa menyesuaikan diri kepada lingkungan diamana kita berada. Pada hari kedua MOS ini dilalui banyak agenda kegiatan disekolah yang telah disusun oleh panitia pelaksana MOS itu sendiri. Di tempat duduk itu aku asik sendiri bermenung, ada hal yang mengganjal dipikiranku dan aku hanyut dalam mengamati keadaan sekitar. Pada jam istirahat aku merasa sendiri, teman-teman waktu sekolah menengah pertama serasa lenyap seketika. Karna mereka telah memilih kemana mereka akan melanjutkan sekolahnya. Ada 3 orang siswa yang lulus di SMA favorit itu, aku dan 2 teman baikku. Yang level kemampuan dan pengetahuannya lebih dari yang ku punya dan juga dia dibantu oom nya, setiap buku mereka berdua selalu lengkap sedangkan aku hanya mengandalkan buku yang di pinjam di perpustakaan untuk belajar. Sebelum kami mendaftar ke SMA itu kami bertiga pernah berbincang-bincang disuatu tempat perihal kemana kita akan me...