Langsung ke konten utama

Kadang kita dituntut untuk mengkhilaskan kekasih hati kita dimiliki oleh orang yang lebih baik

 

Memang benar cinta itu tak harus memiliki, meski perih bertepuk sebelah tangan tapi tetap cinta itu ada di dalam hati kita, dia tumbuh dengan sendirinya dan pergipun dengan sendirinya meski sakit dan luka yang tersisa. Kalian tentu pernah merasakan apa yang aku rrasakan ,pernah mencintai seseorang begitu dalam, memperhatika setiap detik agar tetap bersamanya, bahkan menorbankan kepentingan pribadi. Iitulah cinta hanya menuntut tanpa maun di tuntut balik.

Aku menyayangimu itu sepenuh hatiku. Kamu,orang yang aku sayangi selalu aku untamakan dibandingkan diriku sendiri , karna bagiku bahagiamu adalah bahagiaku, aku tak tahu kenapa aku seperti itu kepadamu, tapi jujur aku ini tulus untukmu. Seiring berjalannya waktu menjalaninya bersamamu, kamu melihatkan perlakuan cinta yang tidak seperti awal pertama denganku kau seolah menghindar meski tidak secara langsung, tapi aku mengetahui itu.

Aku mengerti kadang kala cinta juga memiliki rasa yang dinamakan bosan. Semua orang pacaran pasti pernah merasakan baik ceweknya maupun si cowok. Aku sadar dan memahami keadaan itu. Aku biarkan sikap dan tindakanmu ang dingin itu,  tapi lama kelamaan sikap itu terus menjadi-jadi seolah-olah memintaku untuk menjauh. Kau keluarkan semua sikap burukmu dihadapanku,  yang tujuannya agar aku membenci dan menjauh darimu.tapi tindakanmu itu belum  bisa membuat rasa  yang besar ini menjauhimu seketika itu.

Aku ikuti alur jalan kisah yang kau buat dengan perkembangan sikapmu itu, aku perhatikan tiap-tiap perkembangan sikapmu kepadaku itu. Sedikit-demi sedikit aku mulau mengerti bahwa kau diam-diam menjalin cinta dengan orang lain tanpa sepengetahuanku. Mungkin jika aku tahu dari  awal perubahanmu karna itu aku  akan seperti itu juga, karna dengan rasa sayang dn cintaku ini besar dari pada rasa yang lainnya.

Aku memahami dan mengerti mungkin saja kau bosan denganku,  kau mau mencari cerita dan suasana yang baru sehingga kau pilih jalan untuk menduakanku. Aku mengerti kadang kita dituntut untuk memahami yang bukaan milik kita meski dia berada bersaama kita. Cinta tak bisa dipaksakan, tapi cinta tak memaksakaan kehendaknya. Aku biarkan kamu terus menjalin cinta bersamanya, aku tak memaksakan kamu untuk tinggal  bersamaku. Aku bairkan kamu pergi, tapi aku harap kamu akan kembali lagi, karna aku yakin kamu  itu cinta yang patut untuk  aku jaga dengan caraku yang baik. Mungkin saja caraku mencintaimu saat ini kurang baik dan yang baik adalah dia, semoga kamu jatuh ketangan yang baik dibandingkan aku. Aku akan terus memperbaiki diri agar jika kamu tak nyaman bersamanya aku bersedia mengikhlaskan luka itu kamu gores kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk 2021

Dari 2020 Hai 2021 Besok sudah ketemu ya. 2020 bingung mau nulis apa, tahun ini banyak yang terjadi di 2020 dan orang-orang banyak yang membenci, menyesali dan berharap 2020 berakhir. Banyak sekali, padahal 2020 tidak selalu berisi hal-hal buruk yang terjadi, 2020 banyak juga memberikan dan menuai kebahagiaan. Ada yang menikah meski ditengah pandemi, yang bahagia karena baru mempunyai anak dan melahirkan, ada yang mendapat pekerjaan meski sebentar, ada yang mendapatkan gelar sarjana, magister dan ahli madya, ada yang baru lulus dan kuliah ditempat impian, tempat terbaik maupun swasta ataupun negri. Ada banyak hal yang harus manusia syukuri di 2020 ini.  Aku menulis ini untuk mewakili 2020 meminta maaf jika ada banyak hal yang terjadi, karena yang mengendalikan hidup bukan kita, tapi Tuhan. Kita hanya menjalani hal yang menjadi takdir dari masing-masing dunia.  Maaf ya, meski ada banyak kecewa 2020 tidak selalu membuat kita sedih ada juga yang bahagia. Untuk 2021, 2...

Sandarkanlah

  Foto Giorgio Grani/Unsplash.com jangan sandarkan egomu di kursi lapuk yang di makan rayap jangan sandarkan harapmu pada pundak yang tak kuat; bila beranjak kau terjatuh. jangan sandarkan tubuhmu di bahu sungai,bila air datang dengan deras kau akan hanyut dan terhempas. jangan sandarkan hatimu pada jiwa yang rapuh siapa yang menetap siapa yang tak siap siapa yang tak kembali siapa yang menghapus air matamu nanti di malam-malam tangis yang membuncah mana yang penyesalan bila keningmu sudah menyentuh sajadah rebahkan jiwamu; sandarkanlah tangan-tangan-Nya akan  mengusap lembut kepalamu dan melelapkanmu dalam dekapan.

Hari Kedua Perkenalan

  Setelah hari pertama perkenalan saat MOS berlangsung kita diajarkan untuk bisa menyesuaikan diri kepada lingkungan diamana kita berada. Pada hari kedua MOS ini dilalui banyak agenda kegiatan disekolah yang telah disusun oleh panitia pelaksana MOS itu sendiri. Di tempat duduk itu aku asik sendiri bermenung, ada hal yang mengganjal dipikiranku dan aku hanyut dalam mengamati keadaan sekitar. Pada jam istirahat aku merasa sendiri, teman-teman waktu sekolah menengah pertama serasa lenyap seketika. Karna mereka telah memilih kemana mereka akan melanjutkan sekolahnya. Ada 3 orang siswa yang lulus di SMA favorit itu, aku dan 2 teman baikku. Yang level kemampuan dan pengetahuannya lebih dari yang ku punya dan juga dia dibantu oom nya, setiap buku mereka berdua selalu lengkap sedangkan aku hanya mengandalkan buku yang di pinjam di perpustakaan untuk belajar. Sebelum kami mendaftar ke SMA itu kami bertiga pernah berbincang-bincang disuatu tempat perihal kemana kita akan me...